Se non vuoi usare un'auto per spostarti, Grand Edge Hotel Semarang di Semarang (Candisari) ti dà la possibilità di raggiungere Akademi Kepolisian e Ospedale di Santa Elisabetta a piedi in meno di 15 minuti. Questo hotel per famiglie dista 2,9 km da Parco Indonesia Kaya e 3 km da Ospedale Kariadi Hospital Semarang.
Concediti un po' di relax con massaggi, trattamenti per il corpo e trattamenti per il viso. Questo hotel propone, inoltre, il Wi-Fi gratuito, servizi di concierge e negozi di articoli da regalo/edicole.
Ordina il pranzo o la cena presso Bleusky Resto, un ristorante specializzato in cucina internazionale. Puoi anche consultare il menù disponibile al bar/caffetteria o approfittare del servizio in camera 24 ore su 24. Incontra gli altri ospiti al cocktail di benvenuto offerto tutti i giorni. Dissetati con il tuo drink preferito! Presso questa struttura troverai un bar/lounge. La colazione a buffet è disponibile a pagamento tutti i giorni dalle ore 06:00 alle ore 10:00.
Potrai usufruire di un business center, check-in veloce e un pratico servizio di lavanderia e lavaggio a secco. È possibile usufruire gratuitamente di un servizio navetta dalla stazione e il un parcheggio gratuito è disponibile in loco.
Rilassati in una delle 118 camere con aria condizionata della struttura, complete di minibar e TV a schermo piatto. Il Wi-Fi gratuito ti consente di restare in contatto con il mondo, mentre la TV con canali via cavo è l'ideale per concedersi un po' di svago. Il bagno in camera dispone di doccia, set di cortesia gratuiti e asciugacapelli. I comfort includono casseforti e scrivanie, mentre le pulizie sono eseguite tutti i giorni.
"Dua/tiga tahun lalu, saya pernah menginap di Grand Edge Semarang bersama keluarga. Pengalaman saat itu cukup menyenangkan hingga membuat saya memutuskan untuk kembali, kali ini untuk satu malam saja. Namun, siapa sangka, kunjungan kedua ini justru menjadi rangkaian pengalaman yang melelahkan dan membingungkan.
Hari itu, Kamis 7 Agustus 2025, saya tiba di hotel dan diizinkan untuk early check-in pukul 12.00 siang. Saya diberi kamar 606. Begitu masuk, AC memang sudah menyala, tapi hanya angin yang keluar tidak ada rasa dingin sama sekali. Panel kontrol suhunya pun terlihat rusak; hanya fungsi on-off dan fan yang bekerja. Saya coba tunggu lebih dari 40 menit, berharap suhu membaik, namun tetap panas.
Saya keluar dan memberi tahu staf front desk. Sekitar 30 menit kemudian saya kembali ke kamar hasilnya sama: hanya angin. Saya menelepon front desk dan mereka bilang kamar sudah dingin, tapi saya minta mereka datang dan rasakan sendiri. Akhirnya, saya dipindahkan ke kamar 616.
Sayangnya, kejadian serupa terulang. AC menyala tapi tidak dingin. Saya kembali dipindahkan ke kamar ketiga (saya lupa nomor kamarnya) dan ternyata kondisinya juga sama. Panel suhu tidak bisa diatur, hanya bisa dinyalakan dan dimatikan. Saya turun lagi dan melapor ke front desk.
Saya menunggu sekitar 20 menit, dan akhirnya diberi kamar keempat: 624. Katanya, thermostat di kamar ini baru, tapi saya diminta untuk tidak langsung masuk agar kamar punya waktu untuk menjadi dingin.
Saya ikuti arahan itu, menunggu di lobi lebih dari 30 menit sebelum masuk ke kamar. Betul, kamar ini memang terasa lebih baik dibanding tiga kamar sebelumnya, tetapi dinginnya tidak maksimal.
Saya kembali ke front desk untuk konfirmasi bagaimana sebenarnya sistem AC di hotel ini, apakah memang itu sudah paling dingin atau bagaimana? Front desk staf tidak bisa menjelaskan dan meminta saya menunggu Engineer untuk dijelaskan.
Setelah menunggu 15 menit, datanglah Asisten Manajer Engineering untuk menjelaskan cara kerja thermostat di kamar. Ia menyebutkan bahwa suhu paling dingin adalah 18 derajat, meskipun di panel terlihat angka 10 derajat. Menurut beliau, unitnya berfungsi dengan baik kok hanya tunggu beberapa saat; padahal memang sudah ditunggu dari tadi dengan waktu di atas. Bapaknya berupaya menjelaskan secara teknis bahwa AC-nya bekerja dengan baik, tapi faktanya tidak. Saya tidak punya energi lagi untuk 'berdebat'.
Pukul 15.00, setelah berbicara dengan Bapak Asisten Manager Engineering, saya menyerah. Saya putuskan untuk meninggalkan hotel dan tidak jadi menginap.
Saya tidak marah, tapi kecewa. Bukan hanya karena AC tidak berfungsi dengan baik, tetapi karena ini adalah hotel dengan review yang baik dan seharusnya hal mendasar kenyamanan seperti suhu kamar bisa diandalkan. Kekecewaan saya bukan pada staf yang tetap ramah dan mencoba membantu, tapi pada sistem dan standar teknis yang tidak mendukung kenyamanan tamu.
Kenangan baik beberapa tahun lalu tidak sama."